Padukan Musrenbang dan Musbangkel, Kelurahan Sukorame Pertajam Usulan Prioritas Tahun 2027

  • Jan 22, 2026
  • KIM TRENGGINAS SUKORAME KOTA KEDIRI

[Sukorame, Kota Kediri] – Pemerintah Kelurahan Sukorame menggelar musyawarah pembangunan yang komprehensif pada Rabu malam (21/01/2026). Bertempat di Gedung Serbaguna Kelurahan Sukorame, kegiatan ini menyatukan tiga agenda penting sekaligus: Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Musyawarah Pembangunan Kelurahan (Musbangkel), dan Rembug Stunting untuk tahun anggaran 2027.

 

Acara dihadiri langsung oleh Camat dan Sekretaris Kecamatan Mojoroto, Lurah Sukorame beserta perangkat kelurahan, Bhabinkamtibmas, Ketua LPMK, Kepala Puskesmas Sukorame (diwakili Ahli Gizi dan Bidan Wilayah), perwakilan LKK, serta seluruh Ketua RT dan RW se-Kelurahan Sukorame.

 

Integrasi Agenda dan Efisiensi Anggaran

 

Lurah Sukorame, Vita Sari, S.E., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa pertemuan ini memiliki format yang berbeda dari biasanya. "Hari ini tidak sama seperti Musrenbang biasa, karena kami juga melaksanakan Musbangkel dan Rembug Stunting secara bersamaan agar perencanaan lebih terpadu," jelasnya.

 

Sejalan dengan hal tersebut, Camat Mojoroto, Abdul Rahman, S.H., M.Si., yang didampingi oleh Sekretaris Kecamatan, Didik Eko Purnomo, S.H., menyampaikan adanya kebijakan efisiensi anggaran sebesar Rp178 miliar se-Kota Kediri yang mencakup instansi dinas hingga kelurahan. Khusus Kelurahan Sukorame, dialokasikan anggaran sekitar Rp240 juta untuk pembangunan infrastruktur dan Rp80 juta untuk bidang non-infrastruktur. Beliau berharap para tokoh masyarakat memberikan usulan yang benar-benar bermanfaat bagi warga.

 

Paparan Kesehatan dan Program MERATA

 

Isu kesehatan menjadi salah satu fokus utama dengan hadirnya Ahli Gizi Puskesmas Sukorame, Tyastiningsih, yang memberikan informasi terkait penanganan stunting. Sebagai dukungan nyata, diumumkan oleh Lurah Sukorame bahwa alokasi dana PMT Posyandu sebesar Rp120 juta untuk 10 posyandu pada tahun depan. Berdasarkan arahan dari Sekretaris Daerah Kota Kediri, nilai per menu ditetapkan sebesar Rp15.000 dengan prioritas utama bagi balita dan ibu hamil, baru kemudian lansia.

 

Selain itu, Lurah juga mensosialisasikan Program MERATA berdasarkan Perwali No. 21 Tahun 2025 dengan pagu maksimal hingga Rp5 miliar, serta memberikan pemaparan mengenai operasional Mobil Masyarakat (Mobmas).

 

Daftar Usulan Prioritas 2027

Ketua LPMK Kelurahan Sukorame, Rully Catur Prabowo bersama Kasi Ekbang, Wildan Mukholadun, S.T., memandu jalannya diskusi dan menekankan bahwa usulan yang akan dinaikkan adalah usulan tahun 2026 yang belum terealisasi. Kini, tidak semua usulan bisa dinaikkan begitu saja, karena harus sesuai dengan Kamus Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD). Beberapa usulan prioritas hasil serapan aspirasi masyarakat yang akan dinaikkan ke Musrenbang Tingkat Kecamatan diantaranya:

  1. Bidang Kesehatan: Screening usia produktif (RT 01-37) berupa cek kadar gula darah di minimal 740 rumah guna mendukung program pemerintah.

  2. Bidang Pendidikan: Perbaikan atap depan ruang kelas SDN Sukorame 5.

  3. Bidang Infrastruktur: Pengaspalan di wilayah RW 01 dan perbaikan paving di RW 04 (RT 19).

  4. Bidang Perekonomian & Pemerintahan: Pelatihan Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) bagi perwakilan tiap RT yang berada di wilayah rawan bencana.


Untuk agenda Musbangkel 2027, usulan sementara mencakup pelaksanaan PHBI/PHBN serta pengadaan timbangan bayi (baby scale). Pihak kelurahan masih menunggu usulan tambahan dari warga hingga hari Jumat mendatang guna memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terakomodasi dengan baik.