Peningkatan Kapasitas SDM di Sukorame: Warga Dilatih Urban Farming dan Zero Waste

  • Nov 23, 2025
  • KIM TRENGGINAS SUKORAME KOTA KEDIRI

[Sukorame, Kota Kediri] – Dalam upaya mendorong kemandirian pangan dan lingkungan yang bersih, Kelurahan Sukorame sukses menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi para Ketua RT, RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), dan Karang Taruna. Kegiatan yang fokus pada tema Penyuluhan Urban Farming dan Zero Waste ini dilaksanakan pada Minggu, 23 November 2025, bertempat di Gedung Serbaguna Kelurahan Sukorame.

Acara yang turut dihadiri oleh tiga pilar Kelurahan Sukorame (Lurah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas) ini bertujuan untuk membekali para penggerak masyarakat dengan pengetahuan praktis yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.

Materi 1: Pertanian Perkotaan (Urban Farming)

Sesi pertama diisi dengan materi komprehensif mengenai pertanian perkotaan yang disampaikan oleh Mashudi, selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Mojoroto III.

 "Lahan yang sempit bukan lagi halangan. Dengan teknik yang tepat, kita bisa mengubah pekarangan rumah menjadi sumber pangan keluarga," ujar Mashudi dalam paparannya.

Materi yang disampaikan secara detail meliputi:

  • Karakteristik pertanian perkotaan.

  • Jenis-jenis vertikultur dan tanaman yang cocok.

  • Sistem penanaman dalam pot (Tabulampot).

  • Teknik pembibitan dan penanaman yang efektif.

  • Pemilihan media tanam.

  • Jenis pupuk, teknik pemupukan, dan pemeliharaan tanaman.

Materi 2: Pengelolaan Sampah Organik Tuntas di Sumbernya (Zero Waste)

Setelah jeda, peserta diajak fokus pada isu lingkungan dengan materi pengelolaan sampah organik tuntas pada sumbernya (zero waste). Materi ini dibawakan oleh Sujiman, seorang anggota dari Persatuan Bank Sampah Indonesia (PERBAKI).

Sujiman menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA. Ia memaparkan solusi praktis seperti pengomposan mandiri.

Pokok bahasan yang disampaikan antara lain:

  • Permasalahan sampah perkotaan.

  • Syarat dan proses pengomposan yang ideal.

  • Macam-macam komposter sederhana.

  • Proses pembuatan kompos menggunakan metode Takakura.

  • Pengenalan dan mekanisme kerja Bank Kompos dan Biopori sebagai upaya mengurangi sampah dan resapan air.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi para Ketua RT, RW, LPMK, dan Karang Taruna untuk segera mengimplementasikan ilmu yang didapat. Dengan kolaborasi antara urban farming dan zero waste, Kelurahan Sukorame optimis dapat mewujudkan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan mandiri.