Sinergi Kesehatan dan Sosial: Kelurahan Sukorame Gelar MKK dan Muskel DT-SEN 2026

  • Jan 09, 2026
  • KIM TRENGGINAS SUKORAME KOTA KEDIRI

[Sukorame, Kota Kediri] – Pemerintah Kelurahan Sukorame menggelar dua agenda krusial dalam satu rangkaian kegiatan, yakni Musyawarah Masyarakat Kelurahan (MMK/MKK) dan Musyawarah Kelurahan (Muskel) DT-SEN. Kegiatan yang bertempat di Gedung Serbaguna Kelurahan Sukorame pada Jumat (9/1/2026) ini bertujuan untuk memetakan solusi kesehatan warga sekaligus memastikan akurasi data bantuan sosial (bansos).

 

Fokus Kesehatan: Perangi Risiko Diabetes Lewat Pola Makan

 

Sesi pertama dibuka langsung oleh Kepala Puskesmas Sukorame, dr. Melda Nisrina Arista Mawarty. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa MMK adalah wadah vital bagi masyarakat untuk mengenali masalah kesehatan di lingkungannya dan mencari solusi secara mandiri.

 

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Kelurahan Sukorame, Farida Natalin, S.Sos., yang hadir mewakili Lurah Sukorame pada pembukaan, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari kader kesehatan, hingga Ketua RW.

 

Ketua Poskeskel Kelurahan Sukorame, Frida Lusty Anna, memaparkan data hasil Survei Mawas Diri (SMD) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Dari sampel 590 responden (20% KK), teridentifikasi tiga masalah utama:

  1. Kebiasaan konsumsi makanan dan minuman manis.

  2. Kebiasaan konsumsi makanan berlemak.

  3. Rendahnya rutinitas pemeriksaan SADARI (Periksa Payudara Sendiri).

 

Melalui diskusi yang dipimpin oleh Bidan Wilayah, Endrastuti Sulistyo Utami, forum sepakat memprioritaskan penanganan kebiasaan konsumsi manis untuk mencegah risiko diabetes. Solusi konkret yang disepakati adalah masifnya sosialisasi cara mengatur konsumsi gula di setiap Posyandu, serta standarisasi menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang berfokus pada teknik memasak kukus.

 

Transparansi Bansos: Kehadiran Lurah Perkuat Validasi Data

 

Memasuki sesi kedua, suasana musyawarah semakin lengkap dengan hadirnya Lurah Sukorame, Vita Sari, S.E.,M.M. di tengah acara. Kehadiran beliau memberikan ruang diskusi yang lebih mendalam terkait urusan kesejahteraan sosial. Kasi Trantibum dan Kesra Kelurahan Sukorame, Silvia Fibrianti, S.E., memaparkan usulan bantuan sosial dan pembaruan desil berdasarkan pengajuan dari para Ketua RT.

 

"Terdapat 75 KK yang diusulkan untuk menerima bansos baru dan 3 KK untuk pembaruan data desil. Kami meminta tanggapan langsung dari hadirin agar data ini benar-benar valid," ujar Silvia.

 

Dialog Interaktif: Mengurai Benang Kusut Bansos

 

Dalam sesi ini, terjadi dialog interaktif yang cukup dinamis antara warga dan Lurah Sukorame. Lurah secara langsung mendengarkan dan menanggapi berbagai kendala riil di lapangan, seperti:

  1. Kasus bantuan yang masih cair meskipun penerima telah meninggal dunia.

  2. Masalah administratif warga yang sudah pindah domisili namun masih tercatat sebagai penerima bantuan di Kelurahan Sukorame karena belum pindah KK.

  3. Masalah administratif warga yang sudah berubah status dari janda menjadi kawin namun tidak mau mengubah KK atau KTP.

 

Lurah Sukorame menegaskan bahwa keterlibatan Ketua RW dan kader sangat penting dalam proses "pembersihan" data ini. Beliau berharap masyarakat turut andil dalam mengawal bantuan sosial agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial.

 

Kegiatan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga pola hidup sehat serta proaktif dalam melaporkan dinamika kependudukan demi keadilan sosial di wilayah Kelurahan Sukorame.