Semarak Kelas Perdana Selantang Angkatan 2: Mewujudkan Lansia Tangguh dan Bebas Demensia di Kelurahan Sukorame
- Jun 04, 2026
- KIM TRENGGINAS SUKORAME KOTA KEDIRI
[Sukorame, Kota Kediri] — Semangat belajar dan berkembang nyatanya tidak mengenal batas usia. Hal ini dibuktikan dengan antusiasme luar biasa dari para warga lanjut usia (lansia) dalam mengikuti hari pertama kelas Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) Angkatan 2 di Kelurahan Sukorame, pada hari Rabu (03/06/2026). Mengambil tempat di Gedung Serbaguna Kelurahan Sukorame, program inovatif ini kembali digelar untuk membekali para lansia dengan pengetahuan agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif di usia senja.
Wajah-Wajah Baru dari Setiap RW
Ada yang istimewa pada pelaksanaan Selantang Angkatan 2 kali ini. Seluruh peserta yang memenuhi ruangan merupakan perwakilan delegasi dari masing-masing Rukun Warga (RW) di Kelurahan Sukorame dengan kriteria khusus, yakni belum pernah mengikuti kegiatan Selantang pada Angkatan 1. Kebijakan ini diambil oleh pihak penyelenggara untuk memastikan adanya pemerataan edukasi dan pemberdayaan, sehingga manfaat dari program Selantang dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lansia di wilayah tersebut.
Fokus Materi: Proses Penuaan dan Pencegahan Demensia
Pada pertemuan perdana yang krusial ini, para "siswa" lansia langsung diajak mendalami materi yang sangat relevan dengan keseharian mereka, yaitu "Demensia, Lansia Tangguh, dan Proses Penuaan".
Sesi edukatif ini dibawakan dengan hangat dan interaktif oleh Rr. Agustina Sri H, seorang pakar dan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).
Dalam pemaparannya, Rr. Agustina memberikan wawasan yang mudah dipahami terkait beberapa poin utama:
-
Menerima Proses Penuaan: Memberikan pemahaman psikologis dan biologis agar lansia dapat menerima perubahan tubuhnya dengan pikiran yang positif.
-
Mengenal dan Mencegah Demensia: Mengedukasi peserta mengenai tanda-tanda awal kepikunan (demensia/alzheimer), serta melatih mereka dengan senam otak dan aktivitas ringan untuk menjaga fungsi kognitif.
-
Membentuk Karakter Lansia Tangguh: Memotivasi peserta untuk tidak sekadar menjadi objek pembangunan, melainkan menjadi subjek yang mandiri, sejahtera, dan membawa manfaat bagi keluarga.
Harapan dan Rencana Tindak Lanjut
Suasana kelas perdana ini diwarnai dengan sesi tanya jawab yang hidup, di mana para peserta tak segan menceritakan pengalaman dan keluhan kesehatan mereka untuk dibahas bersama narasumber. Melalui pembekalan di kelas perdana ini, perwakilan dari masing-masing RW diharapkan tidak hanya menyerap ilmu untuk diri sendiri, tetapi juga mampu menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyebarkan semangat "Lansia Tangguh" kepada warga di lingkungan RW mereka. Kelas Selantang Angkatan 2 ini akan terus berlanjut kedepannya dengan berbagai silabus materi yang tak kalah menarik.