Lomba Zero Waste dan Urban Farming Sukorame: Bukti Nyata Keterlibatan Warga Ciptakan Lingkungan Bersih dan Hijau

  • Dec 04, 2025
  • KIM TRENGGINAS SUKORAME KOTA KEDIRI
  • Lomba

[Sukorame, Kota Kediri]– Kelurahan Sukorame, Kediri, sukses menyelenggarakan Lomba Zero Waste dan Urban Farming Tingkat RW yang berlangsung meriah selama dua hari, pada tanggal 3 hingga 4 Desember 2025. 

 

Kegiatan ini merupakan langkah nyata dari Kelurahan Sukorame untuk menindaklanjuti dan mendukung terwujudnya Visi Kota Kediri Mapan.

 

Lomba ini diselenggarakan menyusul Surat Himbauan Kepala Kelurahan Sukorame Nomor: 600.4.15/ 172 /419.409/2025 Tanggal 04 Agustus 2025 mengenai pemilahan sampah rumah tangga dan penghijauan, serta hasil penyuluhan Zero Waste, Urban Farming, dan Asman Toga yang telah dilaksanakan pada 23 November 2025.

 

Penilaian Ketat oleh Para Pakar

Tiap RW menunjuk satu perwakilan RT terbaik untuk berkompetisi dan menunjukkan inovasi pengelolaan lingkungan. Penilaian dilakukan secara komprehensif oleh tim juri dari berbagai instansi terkait:

  • Pak Sujiman, dari Bank Kompos (Fokus pada Pengelolaan Sampah Organik).

  • Pak Suryani, dari Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (Fokus pada Aspek Zero Waste dan Kebersihan Lingkungan).

  • Bu Junella, dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Fokus pada Aspek Urban Farming dan Ketahanan Pangan).

 

Fokus Utama Lomba: Keterlibatan Warga

  1. Zero Waste

Dalam aspek zero waste, juri menekankan pada keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pengurangan dan pemilahan sampah. Hal-hal yang menjadi perhatian utama adalah:

  • Kepatuhan warga menggunakan tempat sampah terpilah.

  • Pemanfaatan sampah organik menjadi kompos atau pakan ternak.

  • Pemanfaatan barang bekas atau daur ulang sampah anorganik, serta keterlibatan aktif dalam program Bank Sampah.

  • Dukungan program dan gotong royong dari Ketua RW/RT dan Kader, termasuk pemanfaatan alat komposting dan lubang biopori yang pernah didistribusikan Kelurahan.

 

  1. Urban Farming

Di sektor urban farming, lomba menyoroti optimalisasi lahan terbatas untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Kriteria penilaian meliputi:

  • Inisiatif dan kemauan warga dalam berkebun.

  • Pemanfaatan ruang, termasuk penggunaan media tanam vertikal atau hidroponik.

  • Kesehatan dan kondisi tanaman, serta kebersihan area tanam.

  • Terbentuknya komunitas yang memanfaatkan lahan kosong untuk bertani, serta adanya jenis tanaman yang mendukung ketahanan pangan dan dapat menambah penghasilan keluarga.

 

Lurah Sukorame, Vita Sari, S.E., M.M. menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai lomba, tetapi menjadi pemicu bagi seluruh warga untuk menjadikan praktik Zero Waste dan Urban Farming sebagai gaya hidup sehari-hari.

 

"Inisiatif ini adalah fondasi untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan mandiri secara pangan, sejalan dengan visi misi Kota Kediri," tutup Lurah Sukorame.

 

Kamis malam di Gedung Serbaguna Kelurahan Sukorame, diumumkan pemenang Lomba Zero Waste dan Urban Farming Tingkat RW Tahun 2025 dengan rincian:

  1. Juara 1 = RW 07

  2. Juara 2 = RW 04

  3. Juara 3 = RW 10

  4. Juara Harapan 1 = RW 03


Selesainya lomba ini digelar, diharapkan semua pihak dapat terus merealisasikan program Zero Waste dan Urban Farming di rumah masing-masing. Lingkungan hijau, memperkaya oksigen di sekitar kita. Jaga Bumi dan Lakukan Penghijauan!