Menuju Lansia SMART: Cara Seru Lansia Sukorame Belajar Atur Gizi dan Cegah Hipertensi
- Jun 11, 2026
- KIM TRENGGINAS SUKORAME KOTA KEDIRI
[Sukorame, Kota Kediri] – Pemerintah Kelurahan Sukorame berkomitmen penuh dalam meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan para warga binaannya yang telah memasuki usia senja. Hal ini dibuktikan melalui pelaksanaan kegiatan Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) Angkatan 2 yang kini memasuki Pertemuan ke-3. Kegiatan tersebut berlangsung tertib dan penuh antusiasme pada Rabu (10/6/2026) mulai pukul 09.00 WIB bertempat di Gedung Serbaguna Kelurahan Sukorame, Kota Kediri.
Pada pertemuan kali ini, Kelurahan Sukorame menggandeng akademisi dan praktisi kesehatan sebagai narasumber, yakni mahasiswa Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Bhakti Wiyata Kediri, Bidan Wilayah, serta Penyuluh Gizi dari Puskesmas Sukorame. Kolaborasi lintas sektor ini dihadirkan guna memberikan edukasi yang menyeluruh baik dari segi penanganan penyakit maupun pengelolaan konsumsi makanan harian.
Materi pertama yang disampaikan oleh mahasiswa IIK Bhakti Wiyata yang didampingi oleh Bidan Wilayah mengupas tuntas mengenai ancaman “The Silent Killer” atau Hipertensi pada Lansia. Dalam paparannya, dijelaskan bahwa lansia sangat rentan mengalami tekanan darah tinggi (≥ 140/90 mmHg) akibat proses penuaan yang membuat pembuluh darah menjadi kaku. Para peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai gejala hipertensi seperti pusing, mudah lelah, dan jantung berdebar, serta bahaya komplikasinya yang dapat memicu stroke hingga penyakit jantung. Mahasiswa juga mengajarkan pentingnya melakukan aktivitas fisik berupa senam lansia secara rutin 3–5 kali seminggu serta membatasi konsumsi garam maksimal 1 sendok teh per hari.
Melanjutkan sesi kedua, Penyuluh Gizi Puskesmas Sukorame menyampaikan materi krusial mengenai "Pentingnya Gizi dan Olahraga bagi Lansia". Memasuki usia senja, lansia mengalami perubahan alamiah seperti gigi tanggal dan penurunan fungsi pencernaan yang kerap memicu masalah susah buang air besar (sembelit) atau penurunan nafsu makan.
Untuk mengatasinya, Penyuluh Gizi memperkenalkan pedoman konsep “Isi Piringku” khusus lansia, di mana setengah piring diisi oleh sayur dan buah, sedangkan setengah sisanya dibagi untuk makanan pokok dan lauk-pauk tinggi protein. Selain itu, para lansia diingatkan untuk memperketat batas konsumsi harian melalui rumus G4-G1-L5 (maksimal 4 sendok makan gula, 1 sendok teh garam, dan 5 sendok makan lemak/minyak) demi mencegah terjadinya komplikasi penyakit gabungan seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi.
Tidak hanya mendengarkan pemaparan materi, suasana belajar di Gedung Serbaguna berlangsung interaktif. Banyak peserta aktif bertanya dan berkonsultasi mengenai keluhan kesehatan serta kendala pola makan yang mereka hadapi sehari-hari di rumah. Sebagai penunjang, para lansia juga difasilitasi dengan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pengukuran Tinggi Badan (TB), Berat Badan (BB), serta pengecekan Tekanan Darah (tensi).
Melalui kegiatan terintegrasi ini, diharapkan para lansia di Kelurahan Sukorame tidak hanya berumur panjang, namun mampu menjadi Lansia Tangguh yang S.M.A.R.T (Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif). Rangkaian program Sekolah Lansia Tangguh ini dipastikan masih akan terus berlanjut pada minggu berikutnya dengan materi-materi edukatif lainnya.