Sinergi Tradisional dan Modern: Forum Anak Sukorame Gelar Sosialisasi Agen Digital Bersama Wayang Climen

  • Jun 22, 2026
  • KIM TRENGGINAS SUKORAME KOTA KEDIRI

[Sukorame, Kota Kediri] – Dalam upaya menciptakan generasi muda yang cerdas, bijak, dan aman di ruang siber, Forum Anak Kelurahan Sukorame menggelar kegiatan bertajuk "Sosialisasi Agen Digital Bersama Wayang Climen". Acara ini berlangsung interaktif di Gedung Serbaguna Kelurahan Sukorame pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Kelurahan Sukorame, Ibu Farida Natalin, S.Sos., beserta jajaran perangkat kelurahan, Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) / Ayah Bunda PPA, serta siswa-siswi perwakilan dari SDN Sukorame 1 sampai SDN Sukorame 5. Lurah Sukorame juga turut hadir di pertengahan acara untuk memberikan dukungan penuh secara langsung terhadap jalannya sosialisasi ini.

Edukasi Era Digital Lewat Seni Budaya

Acara dibuka secara resmi setelah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan doa. Dalam sambutannya, Ibu Farida Natalin memberikan motivasi besar agar anak-anak di Kelurahan Sukorame siap menjadi motor penggerak digital yang hebat.

"Anak-anak harus mampu menjadi Agen Digital yang cerdas dan bijak di era modern ini," ujar Ibu Farida dalam arahannya.

Uniknya, sosialisasi ini memadukan unsur modern dan tradisional. Sebelum membedah materi pokok, Tim Sanggar Kawindra memikat perhatian anak-anak melalui pertunjukan Wayang Climen. Pertunjukan kesenian tradisional ini dikemas apik dengan alur cerita edukatif mengenai cara menjadi anak yang bijak dalam memanfaatkan teknologi.

Mengupas Regulasi PP TUNAS dan Bahaya Cyberbullying

Memasuki sesi inti, Kak Dian Anggoroeni D, S.Si selaku Fasilitator Forum Anak hadir sebagai narasumber untuk memaparkan materi penting terkait "Sosialisasi Agen Digital & PP TUNAS".

Dalam pemaparannya, diungkap data dari BPS yang menunjukkan tingginya angka pengguna internet usia anak di Indonesia, di mana 35,57% anak usia dini bahkan sudah mampu mengakses internet. Hal inilah yang melatarbelakangi pentingnya pemahaman mengenai PP TUNAS, sebuah regulasi yang dirancang khusus untuk melindungi anak-anak di ruang digital, termasuk media sosial dan game online.

Kak Dian menjelaskan 5 ketentuan utama PP TUNAS, di antaranya:

  • Perlindungan anak di atas kepentingan komersial.

  • Larangan profiling data anak untuk kepentingan iklan atau bisnis.

  • Pembatasan usia serta pengawasan akun yang ketat sesuai kategori umur.

  • Larangan menjadikan anak sebagai komoditas, serta sanksi tegas bagi para pelanggar.

Selain regulasi, anak-anak juga dibekali edukasi mengenai bahaya ruang digital seperti cyberbullying, Kekerasan Gender Berbasis Online (KGBO), pemerasan seksual, hingga bahaya melakukan siaran langsung (live) yang tidak aman.

Dimeriahkan dengan Games Interaktif dan Sesi Curhat

Tidak sekadar mendengarkan materi, para siswa diajak mengasah kerja sama dan pemahaman melalui dua game interaktif, yaitu Game Bisik Berantai (belajar mengenai penyaringan informasi/hoaks) serta Game Cerdas Cermat.

Pada penghujung acara, dibuka Sesi Curhat & Pitutur PPA. Sesi interaktif ini memberikan ruang aman bagi anak-anak untuk menceritakan pengalaman sehari-hari mereka baik di sekolah maupun di rumah. Satgas PPA Kelurahan Sukorame secara langsung memberikan nasihat baik (pitutur) guna memperkuat mental dan menjaga keamanan anak-anak dari potensi bahaya di lingkungan sekitar.

Melalui kolaborasi apik ini, diharapkan Forum Anak dan Satgas PPA Kelurahan Sukorame dapat terus bersinergi melakukan pengawasan dan menyediakan ruang yang aman bagi perkembangan anak di era digital.

File materi dapat diakses melalui: https://bit.ly/SOSIALISASIAGENDIGITAL2026